Sabtu, 21 Oktober 2017

KUMPULAN PUISIKU

SENDIRI
kejenuhan melanda disaat hati
sedang tidak bersahabat
bagaikan cenayang ku duduk melayang-layang

Perasaan sepi itu sungguh menyiksa
Perasaan hampa itu sungguh menyiksa
Jadi kepada siapakah daku berbagi duka dan luka ?

Alam sampaikan kepada semesta aku butuh dia
Bumi sampaikan kepada dia aku butuh  dia
Langit sampaikan kepada dia aku butuh dia
Tetapi senja menyadarkan aku bahwa 



FRUSTASI
hidupku ini tidaklah seperti dirimu
harta, jabatan, dan kemewahan engkau dapatkan
dalam kehinaan
aku tidak seperti mu
dalam diam aku berpikir
dalam berbicara aku bertakwa
kerna dengan bertahan lah aku adalah aku


DIRIMU
sakitnya hati ini tidaklah seberapa
tapi yang aku sakiti adalah
kau dzhalimi aku dengan menyebut nama Tuhanmu
dengan hujjah engkau mengatakan aib saudaramu
sungguh kemuliaan ada pada keilmuan


HARAPAN DAN IMPIAN
ketika mata ini tertutup rapat
terlintas dipikiran ini
sesuatu yang ada dalam benak ini
aku ingin menjadi yang baik dan terbaik


GELOMBANG ASA
ku telusuri jalan penuh dengan lubang
terombang ambing aku ditengah malam
mencari secercah cahaya
untuk menyinari hati yang tertutup rapat
sumpah dan janji yang terucap
ingin ku minta pertangungjawaban


MATAHARI
terbitlah engkau matahari
menyinari dunia dengan senyum lembut sang ibu



UCAPANKU

sebelum aku menutup mata
ku hanya ingin mengucpkan satu kata
maaf dariku untukmu

ketika matahari terbit dari barat
ku hanya ingin mengucapkan satu kata
sinarilah aku
seperti engkau menyinari bumi ini

embun pagi menyapa pada pagi ini
hari dan tubuh ini
merasakan kesejukan seluruh sukma
tahukah engkau bening dan sejukmu
menghangatkan tubuh ini.